Rp50,000


Pengujian model dengan Confirmatory Factor Analysis (analisis faktor konfirmatori) hanya dilakukan untuk mengetahui model pengukuran dan bukan untuk megetahui hubungan antar variabel laten (Byrne, 1998). Tujuan CFA adalah untuk mengidentifikasi model yang tepat yang menjelaskan hubungan antara seperangkat item-item dengan konstrak yang diukur oleh item tersebut. Model pengukuran memiliki ketepatan model yang baik ketika item-item yang dilibatkan mampu menjadi indikator dari konstrak yang diukur yang dibuktikan dengan nilai error pengukuran yang rendah dan loading factor komponen yang tinggi.

Path Diagram

Gambar di atas merupakan output dari SYNTAKNYA.PTH. Dari gambar tersebut merupakan standardized solution dari hasil analisis LISTEL. Dari data di atas dapat dilihat, setiap item memiliki loading factor yang cukup tinggi dalam mengukur faktor latennya, rata-rata memiliki nilai di atas 0.50.

Dari gambar tersebut bisadilihat bahwa item-item yang digunakan sudah cukup baik dalam mengukur konstrak Unit Paket Keterampilan Abad 21. Antar faktor juga memiliki korelasi yang cukup tinggi yakni di atas 0.6. Hal ini wajar karena memang ketiganya mengukur variabel yang sama yaitu Unit Keterampilan Abad-21.

  • Version 1
  • Download 1
  • File Size 1.31 MB
  • File Count 1
  • Create Date 11 October 2020
  • Last Updated 11 October 2020
admin

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *