Sebuah jembatan (ramp way) sudah harus disiapkan agar sarana angkut yang membawa struktur tersebut dapat masuk ke atas tongkang dengan selamat. Kegagalan pada proses ini dapat mengakibatkan jatuhnya struktur ke laut selama pengangkutan; dan tidak menutup kemungkinan kegagalan tersebut bisa terjadi pada saat proses Roll On/Roll Off tersebut.

Oleh karena itu desain jembatan rampa (ramp) harus benar-benar cukup kuat dan stabil sesuai dengan standar yang diminta dan berlaku. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa material yang digunakan adalah aman untuk proses RORO tersebut;- yang menggunakan modular trailer saat beban maksimum terjadi pada 1 (satu) line axle saat diatas rampa.

Contoh misalnya jika harus melakukan analisa kekuatan pada kondisi ramp door yang dihamparkan antara dermaga (jetty) untuk menutupi cela atau gap dengan kapal tongkang tersebut. Akibat beban statis yang berada diatasnya, ada tegangan yang terjadi pada konstruksi ramp plate tersebut bagaimana mengetahui jika ramp way dari steel plate itu cukup kuat untuk dilewati oleh trailer?

Tegangan ini tidak boleh melebihi batas maksimum tegangan yield (σultimate) dari material ramp plate yang digunakan, dan tegangan ijin (σallowable) berdasarkan standar dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) atau menggunakan rujukan standar lain seperti kriteria dari AISC ASD 9th Edition, dan lain-lain.

Contoh misalnya sebuah Ramp Door dari bahan baja yang dianalisa adalah H-Beam 300 dengan ukuran panjang 9 meter dan lebar 7.5 meter yang akan digunakan untuk proses offloading 35 Ton Gerbong Kereta Api dengan menggunakan Multi-Axle Trailler. Maka, analisa kekuatan ramp door pada Tongkang tersebut mesti dilakukan dengan pendekatan ultimate dari beban maksimum bahan yang digunakan, sehingga dari hasil analisa, dapat diketahui beban yang terjadi pada posisi maksimal pada saat semua beban terberat berada diatas ramp door tersebut.

Pada akhirnya, terdapat dua tujuan utama dari kajian ini, yaitu; untuk menerangkan bahwa perhitungan dan pemodelan misalnya menggunakan Finite Element untuk proses unloading tersebut cukup kuat; dan untuk mengetahui beban ultimate yang bisa diberikan serta menguraikan perilaku ramp door tersebut saat beban bekerja diatasnya demi keselamatan kerja.

Contoh Presentasi Ramp Door Strength Check pada LCT Dua Putrajaya 1 [purchase_link id=”158″ text=”Purchase” style=”button” color=”blue”]

admin

By admin

5 thoughts on “Barge Ramp Door Calculation”
  1. maaf, kenapa Contoh Presentasi Ramp Door Strength Check pada LCT Dua Putrajaya 1 [purchase_link id=”158″ text=”Purchase” style=”button” color=”blue”] tidak ada?

  2. berapa ton kapasitas ramp door tongkang di Indonesia? bagaimana cara menghitungnya? apakah ada cara menghitung secara manual?

    1. kapasitas ramp door tongkang tergantung material yang digunakan. Tidak hanya material untuk struktur ramp doornya saja, engsel, pin, dan penopangnya harus dihitung, sehingga kapasitasnya bisa diketahui masing masing komponen tersebut. Jika sudah diketahui maka dipilih kapasitas yang terkecil dari komponen ramp door tersebut. Contoh, rampdoornya bisa kuat 100 Ton, namun engsel dan pinnya hanya kuat di 75 Ton, maka yang dipilih adalah yang terkecil (75 Ton).

      Untuk cara menghitung rampdoornya insya Allah nanti dibahas dipostingan yang akan datang.

Leave a Reply to Angga Setiawan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *