Dikumpulkan sebanyak 426 responden yang terdiri dari responden organik tanpa pembatasan kriteria guna mendapatkan jawaban yang mencerminkan kejujuran dan kondisi sebenar-benarnya. Kemudian hasil jawaban dari 426 responden, dilakukan seleksi dengan berpatokan pada kriteria usia antara 18-24 tahun, mengetahui merek Kiumarket, memiliki aplikasi dan terdaftar sebagai pengguna TikTok, pernah menonton konten video Kiumarket yang viral di TikTok dan belum pernah melakukan pembelian produk Kiumarket. Kemudian berdasarkan seleksi kriteria diatas, didapatkan 208 responden yang lolos. Kemudian proses seleksi jawaban responden juga diseleksi dengan berpatokan pada kelengkapan jawaban secara menyeluruh  dimana semua pertanyaan diisi dan tidak dikosongkan, mulai dari pertanyaan nomor satu hingga nomor terakhir. Sehingga pada akhirnya, hanya 150 responden yang sesuai dengan kriteria seleksi dan digunakan dalam proses pengolahan data.

Responden berdasarkan usia antara 18 – 20 tahun memiliki persentase sebesar 59.3% dari keseluruhan total responden pada penelitian atau berjumlah sebanyak 89 orang responden. Sementara itu, sebesar 26.7% responden berusia antara 20 – 22 tahun atau berjumlah sebanyak 40 orang. Kemudian sebesar 14% atau sebanyak 21 orang responden berusia antara 23 – 24 tahun. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa mayoritas respondennya berusia antara 18 – 20 tahun. Untuk jenis kelamin, ada 90% atau sebanyak 135 orang dari total keseluruhan responden pada penelitian berjenis kelamin perempuan. Kemudian 10% sisanya, atau sebanyak 15 orang responden memiliki jenis kelamin laki-laki.

Gambar dibawah ini menunjukan presentase jumlah responden berdasarkan unsur konten video promosi viral yang disukai dengan teknik multiple answer atau responden diperbolehkan untuk memilih lebih dari satu jawaban sesuai dengan kondisi yang dirasakan. Dari 150 orang responden, sebesar 48.6% atau sebanyak 103 responden memilih unsur humor sebagai konten video promosi viral yang disukai. Selanjutnya unsur comparative atau perbandingan produk dipilih sebagai konten video promosi terbanyak kedua dengan persentase sebesar 22.2% atau sebanyak 47 orang dari keseluruhan responden. Kemudian dilanjutkan dengan sebesar 12.3% atau sebanyak 26 orang responden memilih unsur fear atau konten yang menumbuhkan ketakutan tersendiri atau resiko yang ditimbulkan bila calon konsumen tidak melakukan pembelian produk sebagai konten video promosi yang disukai. Selain itu, sebesar 8.5% atau sebanyak 18 orang responden memilih unsur sexsual appeall sebagai konten video promosi viral yang disukainya. Terakhir, sebesar 8.5% sisanya atau sebanyak 18 orang responden memilih unsur lain yang tidak disebutkan dalam kuesioner diantaranya konten video ASMR, product review singkat, motivasi, dan story telling. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini, mayoritas responden menyukai unsur humor untuk digunakan pada suatu video iklan promosi yang viral.

Profil Responden Berdasarkan Konten Video Promosi Viral yang Disukai
Profil Responden Berdasarkan Konten Video Promosi Viral yang Disukai

Gambar dibawah ini menunjukan presentase jumlah responden berdasarkan konten video viral Kiumarket yang telah ditontonnya. Dalam kuesioner, responden dapat memilih lebih dari satu konten video viral yang diunggah oleh Kiumarket dengan teknik multiple answer atau responden diperbolehkan untuk memilih lebih dari satu jawaban sesuai dengan kondisi yang dirasakan. Dalam gambar [2] menunjukkan bahwa ada 7.2% atau sebanyak 74 orang dari keseluruhan responden telah menonton video iklan promosi viral Kiumarket yang berjudul ‘Lilin Aroma Makanan’. Lalu, sebesar 6.3% atau sebanyak 62 orang responden pernah menonton video berjudul ‘Tutorial Lilin Boba’ sebelumnya. Selanjutnya, sebesar 5.3% atau sebanyak 57 orang responden sudah pernah menonton video berjudul ‘Lilin Aroma Air Hujan’ yang diunggah oleh Kiumarket. Diurutan ke empat, sebesar 9.8% atau sebanyak 56 orang responden telah menonton video berjudul ‘Lilin Ngantuk’. Lalu sebesar 8.6% atau sebanyak 50 orang responden pernah menonton video berjudul ‘Kamar Aroma Bayi’.

Profil Responden Berdasarkan Konten Video Viral Kiumarket yang telah ditonton

Sementara itu sisanya diikuti oleh masing- masing video berjudul ‘Ide Kado’ dengan persentase terpilih sebesar 9%, ‘Surga Lilin’ sebesar 8.6%, ‘Hotel Langka’ 7.4%, ‘Dekorasi’ sebesar 7.4%, ‘Roomspray’ sebesar 5.9% , dan ‘Mantan Pilot’ sebesar 3.3% dari keseluruhan jumlah responden. Sehingga dapat disimpulkan bahwa mayoritas responden telah mentonton video iklan promosi viral unggahan Kiumarket yang berjudul ‘Lilin Aroma Makanan’ yang berisi tentang pengenalan produk unik Kiumarket yakni lilin beraroma berbagai macam makanan berjenis dessert seperti red velvet cake, surgared doughnut, birthday cake, vanilla butter cream dan blueberry cheesecake.

Proses selanjutnya adalah melakukan analisis terhadap setiap jawaban dari masing-masing pertanyaan yang diajukan kepada responden untuk mengetahui respon mereka terhadap suatu indikator. Analisis jawaban atas setiap pernyataan responden dilakukan dengan menggunakan skala likert untuk mengetahui secara cepat tanggapan dari responden. Video Kiumarket yang viral di TikTok dan telah ditonton oleh responden mengandung konten video yang memiliki unsur entertaining yang terbukti mampu dinikmati oleh penonton sehingga merasa terhibur saat menonton konten video promosi sebab dinilai sebagai momen yang mengasyikkan dan memberikan kepuasan bagi penonton. Hal ini didasari oleh hasil keseluruhan data variabel yang termasuk kedalam kategori ‘Sangat Menarik’. Sehingga data menunjukkan bahwa Kiumarket telah menghadirkan entertaining viral marketing message (EVMM) pada video viral marketing yang diunggahnya di TikTok.

Analisa Skala Likert
Hasil Analisis Skala Likert dengan R

Berdasarkan analisa diatas, secara keseluruhan video Kiumarket yang viral di TikTok dan telah ditonton oleh responden mengandung konten video yang memiliki unsur informative viral marketing message (IVMM) atau informasi terkait produk dan merek. Dalam gambar diatas, dapat dilihat bahwa responden merasa bahwa konten video Kiumarket berisi informasi produk yang relevan dan lengkap, tepat waktu, terkini, serta mudah diakses menjadikkan konten tersebut sebagai sumber yang tepat untuk digunakan konsumen dalam mendapatkan informasi produk. Hal ini didasari oleh hasil keseluruhan data variabel yang termasuk kedalam kategori ‘Sangat Menarik’.

Video Kiumarket yang viral di TikTok dan telah ditonton oleh responden mengandung konten video yang memiliki unsur credible viral marketing message (CVMM) atau kredibilitas terkait klaim dari produk dan merek. Setelah ditonton oleh responden, video tersebut mampu menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan bagi konsumen sebab kontennya dinilai tidak menyimpang dari produk asli yang diiklankan sehinggaa video tersebut dapat digunakan sebagai referensi untuk calon konsumen dapat melakukan pembelian.

Selain ketiga faktor diatas, dapat dilihat bahwa variabel seperti message process involvement (MPI) atau proses keterlibatan responden terhadap pengolahan pesan yang diberikan melalui video viral yang diunggah oleh Kiumarket, dimana melalui video, responden memberikan perhatian dan konsentrasi sehingga mendorong adanya proses berpikir dan berdampak pada penggunaan konten sebagai referensi yang tepat untuk pertimbangan melakukan pembelian. Meskipun ada responden yang menganggapnya masih kurang atau biasa saja, hasil keseluruhan data variabel yang termasuk kedalam kategori ‘Menarik’.

Selanjutnya kegiatan ini juga mampu membentuk attitude towards the brand (ATB) atau sikap terhadap merek. Responden merasa, penggunaan video viral marketing oleh Kiumarket dinilai sebagai hal yang baik dan tepat untuk dapat mengkomunikasikan produk dan merek sebab mampu menggambarkan kualitas merek yang baik kepada konsumen. Hal ini didasari oleh hasil keseluruhan data variabel yang termasuk kedalam kategori ‘Sangat Menarik’. Sehingga data menunjukkan bahwa Kiumarket melalui video viral marketing yang diunggahnya di TikTok telah mampu membentuk attitude towards the brand oleh responden.

Dan yang terakhir adalah variabel purchase intentions (PI) atau keinginan untuk melakukan pembelian produk. Setelah menonton video viral marketing yang dibuat oleh Kiumarket, responden merasa tertarik untuk mencari tahu lebih dalam terkait informasi produk dan berniat untuk melakukan pembelian di masa depan. Hal ini didasari oleh hasil keseluruhan data variabel yang termasuk kedalam kategori ‘Sangat Menarik’. Sehingga data menunjukkan bahwa Kiumarket melalui video viral marketing yang diunggahnya di TikTok telah mampu mendorong purchase intentions bagi responden.

Hasil dari uji instrumen atau validitas, dapat disimpulkan bahwa semua indikator variabel yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian dinyatakan valid karena telah berhasil memenuhi seluruh syarat validitas suatu indikator yaitu KMO (Kaiser-Mayer-OIkin) ≥ 0.50, .Sig ≤ 0.05, MSA (Measures of Sampling Adequacy) ≥ 0.50, dan Factor Loadings ≥ 0.50. Berdasarkan uji reliabilitas semua indikator variabel yang digunakan juga dinyatakan reliable karena telah berhasil memenuhi syarat reliabilitas suatu indikator yaitu Cronbach’s Alpha (α) ≥ 0.6.

Measurement model atau model pengukuran merupakan metode SEM yang berfokus pada setiap indikator penelitian pada masing-masing variabel dan memungkinkan adanya penilaian terhadap validitas dari variabel. Analisis validitas dan reliabilitas terhadap variabel pada penelitian ini. Pada tahap ini, analisis dilakukan dengan melihat nilai t-value dari variabel dan standar loading factor (SLF) dengan nilai ≥ 1.96 pada tingkat signifikansi 5%. Hasil olah data dengan LISREL diatas tidak beda jauh dengan menggunakan R seperti gambar dibawah ini:

Hasil Hasil Loading Factor menggunakan R

Syarat nilai dari Standardized Loading Factor ≥ 0.50 dan nilai t-value ≥ 1.96. Oleh karena itu kemudian dapat diambil kesimpulan bahwa setiap indikator dari variabel yang diukur dalam penelitian adalah valid. Dan dari data diatas dapat dihitung untuk uji reliabilitas dari construct reliability (CR) dan variance extracted (VE) pada setiap variabel penelitian. Hasil akhir menunjukkan bahwa seluruh perhitungan telah memenuhi syarat yakni CR ≥ 0,7 dan VE ≥ 0,50. Maka, variabel pada penelitian ini dinyatakan reliable.

Disini juga terdapat dua model penelitian dalam melakukan Analisa SEM yaitu measurement model (model pengukuran) dan structural model (model stuktural). Untuk measurement model sudah dibahas diatas dan selanjutnya adalah structural model dimana, analisanya berdasarkan kriteria GOF (Goodness Of Fit) dengan pengukuran Root Mean Square Error of Approximation (RMSEA), Comparative Fit Index (CFI), dan Parsimony Normed Fit Index (PNFI) yang akan menunjukkan bahwa setiap ukuran memiliki tingkat kecocokan yang baik (acceptable fit) sehingga dapat diterima.

 

Dari hasil analisa menggunakan R didapatkan RMSEA sebesar 0.077, CFI sebesar 0.895, dan PNFI sebesar 0.717. Hasil uji model struktural menunjukkan bahwa credible viral marketing messages (CVMM) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap message process involvement (MPI) dengan nilai estimatenya yang hanya 0.14. Dengan menggunakan R hasil analisis SEM juga menunjukkan hal yang sama dimana variabel CVMM tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap MPI. Dalam penelitian lain ditemukan bahwa viral marketing message adalah sesuatu yang mampu mendorong konsumen untuk terlibat dalam menyebarkan pesan yang dianggapnya valuable atau bernilai dalam konteks utilitarian dan hedonic value. Utilitarian value merupakan nilai rasional yang diyakini oleh konsumen meliputi fungsi dan kognitif yang diperoleh atas keterlibatannya dengan sesuatu. Sedangkan hedonic value berkaitan dengan respon spontan yang terbentuk secara subjektif dan personal oleh konsumen yang erat dengan kesenangan semata. Ketika suatu iklan dinilai valuable maka konsumen akan terlibat dalam pemrosesan pesan dengan cara membagikan pesan kepada lebih banyak orang atau disebut sebagai forwarding. Dalam kondisi ini, keterlibatan konsumen dilihat dari tindakannya sebagai salah satu pihak marketing inforcement yang turut serta meningkatkan visibilitas dari iklan ke lebih banyak orang. Pesan iklan yang diperoleh konsumen melalui teman dekat justru terbukti memiliki kredibilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan pesan yang diperoleh dari pihak unfamiliar interpersonal atau komersial.

Hal ini secara tidak langsung membuktikan bahwa pesan credible viral marketing message yang dibuat dan diunggah oleh Kiumarket tidak mampu secara signifikan memberi pengaruh terhadap message process involvement atau keterlibatan konsumen dalam suatu pesan iklan. Hal ini terjadi karena credible viral marketing message yang bersumber dari Kiumarket tidak tergolong memiliki kredibilitas cukup untuk dapat memberikan pengaruh signifikan pada keterlibatan pemrosesan pesan iklan oleh konsumen karena Kiumarket diklasifikasikan sebagai pihak unfamiliar interpersonal atau komersial. Intensi Kiumarket adalah sebagai pihak yang mempromosikan suatu produk dan bukan sebagai forwarder dari pesan yang dinilai akan valuable bagi penerima pesan. Pernyataan yang menyatakan kredibilitas video yang bersumber dari Kiumarket diatas diperkuat dengan indikator dari unsur credible viral marketing message yang digunakan pada penelitian ini yaitu; pesan video viral yang diunggah oleh Kiumarket dinilai sebagai video yang dapat memberikan keyakinan, kepercayaan dan kebenaran klaim sehingga dijadikan sumber referensi bagi konsumen untuk melakukan pembelian produk. Selain itu, hal ini juga didukung dengan kondisi dimana penonton iklan mengakses Kiumarket melalui halaman ‘for you page’ pada aplikasi TikTok yakni halaman yang berisi kumpulan rekomendasi algoritma tanpa batas oleh TikTok kepada pengguna yang memungkinkan semua pengunggah video berpotensi untuk dimasukan karyanya kedalam ‘for you page’ untuk dapat diakses oleh lebih banyak orang. Tidak ada parameter yang berkaitan dengan value dari isi konten video dengan viralitas yang didapat dari masuknya suatu video ke halaman ‘for you page’.

admin

By admin

2 thoughts on “SEM Analysis dengan Lavaan di R”
  1. saya meneliti pengaruh video viral terhadap keinginan beli konsumen. di kuesioner, responden diberikan pertanyaan untuk memilih beberapa video dari 10 opsi sebagai video yg pernah ditontonnya (multiple choice/ boleh pilih lebih dari satu) dan ditemukanlah 3 video yang ditonton paling banyak.

    setelah pertanyaan ini, pada kuesioner dilanjutkan dgn pertanyaan terkait variabel penelitian biasa. lalu saya diminta untuk membuat revisi skripsi berupa

    1. analisis uji beda untuk 3 video top (terbanyak ditonton) dan dicari diantara 3 variabel independen pd penelitian, video mana yg paling tinggi untuk tiap variabel

    2. analisis uji beda jawaban responden dicari mana yg daya belinya paling tinggi

    saya hanya membutuhkan data kedua analisis tersebut beserta interpretasinya, tidak perlu sampai memasukan di bab skripsi saya / edit langsung di skripsi saya
    saat ini skripsi saya sudah rampung dan data yg saya miliki:
    – hasil analisis mean (SPSS)
    – hasil analisis penelitian secara keseluruhan (LISREL)
    – hasil akhir penelitian (LISREL)
    – data mentah responden yg digunakan (EXCEL)
    Bagaimana menjawab kedua pertanyaan tersebut?

    1. Pertama check dulu skala likert untuk responden yang memilihi vido viral tersebut, misalnya yang pilih video viral tutorial bikin lilin aroma air hujan seperti gambar dibawah ini.

      Kemudian buat juga untuk video viral tutorial bini lilin bau boba:

      Dan video top berikutnya, yaitu bikin Lilin dengan aroma wangi bau makanan, seperti dibawah ini:

      Kemudian bikin CFA masing masinng untuk setiap videonya dan check mana yang paling kuat:


      Ketemu dah mana yang paling mungkin diantara ketiga video viral tersebut:

      Kesimpulannya:
      Video 8: Lilin Wangi Makan Check (78x)
      IVMM2 (2.5%)
      CVMM = CVMM1 (0.85 e0.29)
      IVMM = IVMM4 (0.78 e0.39)
      EVMM = EVMM1 (0.87 e0.25)
      P-value = 0.00026

      Video 12: Tutorial Lilin Bau Boba (68x)
      IVMM2 (2.9% kurang)
      IVMM6 (2.6% kurang)
      CVMM = CVMM2 (0.84 e0.30)
      IVMM = IVMM5 (0.79 e0.37) & IVMM4 (0.79 e0.38)
      EVMM = EVMM1 (0.87 e0.24)
      P-value = 0.1003

      Video 6: Tutorial Bikin Lilin Aroma Air Hujan (57x)
      EVMM3 (3.9% kurang)
      IVMM6 (3.2% kurang)
      CVMM = CVMM1 (0.85 e0.29)
      IVMM = IVMM3 (0.84 e0.29)
      EVMM = EVMM1 (0.89 e0.22)
      P-value = 0.00147

      Video 12 yang paling menarik dan memiliki daya beli paling tinggi dilihat dari Probability Fit Model dimana p-value > 0.05

      Faktor EVMM (Entertaining Viral Marketing) adalah faktor yang paling tinggi pengaruhnya dan variable yang paling tinggi adalah EVMM1 berdasarkan Analisa 3 Top Video Paling Viral yang diteliti.

Leave a Reply to Muh. Burhanuddin Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *