ALVIN BURHANI BLOGSITE  

My Shares, Knowledge, & Experiences

Untuk setiap konfigurasi, desain tambatan harus cukup untuk menahan kekuatan tambatan kapal. Dalam artikel ini, akan dianalisis konfigurasi pertama; yaitu- Stern on Quay secara lebih rinci, dan menyajikan metode yang disederhanakan guna menghitung beban garis dengan pola tambatan 4 titik dengan buritan kapal ke jetty.

Konfigurasi Stern-on-Quay dapat digunakan ketika jetty yang tersedia untuk konfigurasi Port-on-Quay tidak boleh digunakan, atau ini biasa digunakan ketika operasi khusus seperti loadout modul dari darat ke sarana angkut. Selama operasi ini, maka menahan kapal di tempat ketika operasi loadout sedang dilakukan menjadi sangat penting. Kapal akan tunduk pada kekuatan eksternal angin, arus dan gelombang, dan untuk itu; maka rancang sistem tambatan (mooring plan) sangat menentukan guna mengatasi masalah ini.

Sederhananya adalah, buritan kapal akan menekan dinding dermaga (biasanya ada fender antara kapal dan dermaga). Kapal juga akan mengalami beban lingkungan yang berasal dari sisi balok kapal (athwartship) sehingga melayang dan terobang-ambing. Untuk membuatnya stabil maka kapal akan diikat ke sisi dermaga menggunakan tali, dan solusi paling sederhana adalah menggunakan tali di setiap sisi, baik disisi kanan maupun sisi kiri kapal ke arah darat. Namun, solusi  tambatan paling sederhana ini masih belum memiliki cadangan jika tali di kedua sisi putus. Oleh karena itu lebih aman dan lebih direkomendasikan adalah memiliki dua tali di kedua sisi, hingga ke bollard yang berbeda di Quay Side.

Adapun langkah selanjutnya adalah mencari tahu ukuran dan berapa kekuatan tali yang akan digunakan untuk menahan tambatan kapal tersebut? Seluruh konsep diatas dapat diuraikan dalam langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Dapatkan dimensi kapal dan dimensi kargo
  2. Dapatkan parameter lingkungan dari Quay – Tinggi gelombang, kecepatan angin, dan kecepatan saat ini
  3. Hitung semua kekuatan lingkungan di kapal dari semua sisi lambung (baik portside atau starboard).
  4. Besaran gaya yang bekerja pada gelombang dapat dianggap terjadi dipusat longitudinal floatation kapal (atau di midship), titik penerapan kekuatan angin juga tergantung pada ukuran dan lokasi kargo (jika ada) di sepanjang kapal.
  5. Untuk analisis konservatif, kekuatan dianggap collinear, yaitu, semua kekuatan bertindak pada saat yang sama di sepanjang arah yang sama
  6. Menggunakan formula fisika dasar, seimbangkan kekuatan tegangan tali tambat terhadap kekuatan terhadap momennya. Di sini, lengan momennya adalah jarak gaya yang bekerja terhadap sisi dermaga.
  7. Ada dua persamaan – satu menyeimbangkan ketegangan garis terhadap kekuatan lingkungan bersih, dan yang lain menyeimbangkan momennya. Kombinasi dua persamaan di atas memberikan tegangan tambat pada garis di kedua sisi. Diasumsikan bahwa tali tidak elastis.

Enviromental Forces

Saat menghitung gaya angin dan gaya dari arus laut maka formula fisika yang dipakai adalah:

F = P x A Eq.  (1)

Kemudian untuk gaya dari angin, rumusnya adalah:

Fwind = ½ x ρwind x V²wind x Awind Eq.  (2)

di mana ρwind adalah kepadatan udara, Vwind adalah kecepatan angin, dan Awind adalah total area kapal dan kargo yang terkena angin dari arah terpahan (daerah diatas air).

Demikian pula untuk gaya dari kuatnya arus laut, rumusnya adalah:

Fcurrent = ½ x ρwater x V²currrent x Aunderwater Eq.  (3)

di mana ρwater adalah berat jenis air, Vcurrent adalah kecepatan arus, dan Aunderwater adalah total area bawah air yang terkena arus dari arah terpaan arus.

Area yang terpapar arus dan angin ditunjukkan pada gambar di bawah ini:

Gb.1 – Above Water termasuk lambung, cargo, dan superstruktur

Gaya gelombang adalah beban tambahan yang disebabkan oleh gelombang (Wave Drift Force) yang muncul pada saat sandar dipelabuhan. Meskipun ketinggian gelombang di dermaga umumnya rendah, namun gaya ini juga tetap dipertimbangkan. Ini terkait dengan kecepatan angin, dan kecepatan angin yang tinggi akan menyebabkan ketinggian gelombang yang signifikan juga. Berikut adalah table skala beaufort untuk mengetahui karakteristik gelombang laut.

Tabel 1. Skala Beaufort

Gaya Arus Gelombang dapat dihitung dari DNV-RP-H103, Sec 7.2.6, dimana koefisien refleksi R sama dengan 1, dan  L adalah panjang kapal serta HS adalah ketinggian gelombang yang signifikan.

Fwavedrive = 1/8 x ρwater x R2 x L x Hs2 Eq.  (4)

Perhitungan Mooring Analisis:

Setelah semua gaya dihitung, perhitungan semua gaya penambatan pada tali mooring di kedua sisi kapal dapat dilakukan dengan menggunakan dua persamaan yang ada; yaitu keseimbangan gaya, dan keseimbangan momennya.

Gb. 2 Hasil Perhitungan Line Tension Stern on Quay

Cara perhitungannya silahkan download disini:

One thought on “Menghitung Mooring Stern on Quay”
  1. selain menggunakan rumus rumus di excel mohon dapat dibahas bagaimana cara menghitung mooring kapal dengan menggunakan software lain seperti moses, atau optimoor. artikelnya sangat bagus! banyak membantu dalam membahas masalah mooring kapal, mooring tongkang, mooring lct, namun disini belum ada jika penambatan (mooring) kapal ke dolpin, atau posisi kapal alongside.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *