Structural Equation Modeling (SEM)

SEM atau Model Persamaan Struktural adalah generasi kedua teknik analisis multivariate yang memungkinkan peniliti dapat menguji hubungan antara variabel yang kompleks baik recursive maupun yang non-recursive guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai keseluruhan model.

Tidak seperti analisis multivarite biasa seperti regresi berganda atau analisis faktor, Structural Equation Modeling  dapat menguji bersama apa yang disebut dengan model struktural (hubungan antara konstuk independen dan dependen), dan apa yang disebut dengan model measurement (hubungan nilai loading antara indikator dengan konstruk atau variabel laten).

Digabungkannya pengujian model struktural dan pengukuran tersebut memungkinkan peneliti untuk:

    1. Menguji kesalahan pengukuran (measurement error) sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari SEM.
    2. Melakukan analisis faktor bersamaan dengan pengujian hipotesis.

Adapun software yang menawarkan analisa SEM di pasaran adalah LISREL, AMOS, SmartPLS, dan EQS. Dalam Jurnal Information System Research mendata bahwa penggunaan SEM dengan LISREL adalah sekitar 15% dari total seluruh riset berbasis struktural dibandingkan dengan total penggunaan EQS dan AMOS yang hanya sekitar 3%.

Untuk tahapan-tahapan dalam analisis SEM biasanya dimulai dari konseptualisasi model, penyususnan diagram alur (path diagram), spesifikasi model, identifikasi model, estimasi parameter, penilain model fit, dan modifikasi model serta validasi silang model.

Structural Equation Modeling memiliki dua tujuan utama dalam analisisnya. Tujuan pertama adalah untuk menentukan apakah model itu plausible (masuk akal) atau fit; atau dengan bahasa lebih muda, apakah model “benar” berdasarkan suatu data yang dimiliki. Sedangkan tujuan yang kedua adalah untuk menguji berbagai hipotesis yang telah dibangun sebelumnya.

Leave a Reply